ROUTING

NAMA : ALVIONITA DELFIA NUR MAY MARSHA

NO       : 05

KELAS : XI TKJ 1


- Proses terjadinya routing

Bagaimana proses routing terjadi?Routing Terjadi di Lapisan Jaringan TCP/IP
Pada proses awal routing, di jaringan TCP/IP terjadi pembagian alamat pada setiap user komputer. Data-data yang akan dikirim dari perangkat akan dibuat dalam bentuk datagram. Datagram ini adalah paket data yang sering dikenal dengan IP atau Internet Protocol.
- routing tableTabel rute, bahasa Inggris routing table merupakan sebuah tabel yang berisi paket data tentang informasi keberadaan jaringan (network) serta berisi cara sebuah perute menggapai suatu jaringan.

- Elemen routing table
1. Code, memberikan informasi tentang proses yang terjadi dalam routing tersebut.
 2. Network, menunjukkan alamat jaringan tujuan beserta subnet mask-nya. 
3. AD/Metric, merupakan nilai prioritas yang digunakan sebagai acuan untuk melakukan pemilihan jalur rute terbaik jika memiliki beberapa jalur. 
 4. Next Hop, merupakan alamat IP router berikutnya yang tersambung dengan interface.
 5. Interface adalah antarmuka yang akan dilewati paket data. Secara prinsip dalam routing table memiliki tiga informasi penting, yaitu sebagai berikut. 
1. Directly connected networks Directly connected networks artinya bahwa setiap jaringan yang terhubung langsung ke antarmuka router secara otomatis akan dicatat dan ditambahkan ke dalam tabel route tanpa melihat berapa pun alamat IP-nya dan netmask yang digunakan. 
2. Network paths statically (manually) entered into the route table Pada teknik ini, semua kemungkinan jalur routing yang harus dilewati oleh paket data dari satu router ke router lainnya, didaftarkan terlebih dahulu dalam tabel routing secara statis. Metode ini sering disebut dengan routing statis. Kelemahan metode ini adalah tabel routing harus dikonfigurasi secara manual dan statis pada setiap router yang saling terhubung dalam jaringan. Dengan demikian, jika salah satu down atau terjadi penambahan perangkat router, jaringan harus dikonfigurasi ulang agar komunikasi tetap berjalan baik. 
3. Through one or more dynamic routing protocols Selain routing statis, terdapat metode dynamic routing yang memiliki keunggulan dalam fleksibilitas tanpa harus mendaftarkan satu per satu router yang saling terhubung dalam jaringan.

a. Routing metrics 
Istilah ini sebenarnya telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, ketika routing itu sebenarnya bermula dari pencarian di komputer klien atau host dengan mengacu pada tabel routing. Fungsi metric ini menentukan prioritas pemilihan jalur routing terkait dengan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengirimkan paket melalui jalur tertentu. Setiap protokol routing memiliki rumusnya sendiri untuk menetapkan nilai metric ke rute yang dipelajari berdasarkan faktor-faktor, seperti jumlah hop (hop count), lebar pita (bandwidth), keandalan tautan atau reliability of link, dan lainnya. Jika sebuah protokol routing dipasang dengan tujuan sebagai pertimbangan dalam memilih jalur ke jaringan tertentu, solusi pemasangan routing dengan nilai metric terendah ke dalam tabel routing dapat dimanfaatkan. Ada beberapa opsi jika Anda memiliki banyak jalur, sebagai contoh jalur utama memiliki opsi nilai metric rendah, kemudian Anda tambahkan routing cadangan jika routing utama gagal sehingga proses forwarding paket melalui semua jalur untuk meningkatkan throughout tetap stabil.

b. Administrative distance 
Berikut adalah nilai default administrative distance yang dapat dijadikan pedoman.
Metode administrative distance sebenarnya memiliki kemiripan dengan konsep metric, tetapi scope function-nya lebih luas pada jaringan besar dan menjadi berperan penting untuk menyediakan jalur routing lebih dari satu jalur ke jaringan tertentu. Perbedaan utama antara routing metrics dengan administrative distance adalah metric berguna sekali untuk menentukan jalur routing yang terbaik dari beberapa jalur routing lainnya, sedangkan administrative distance akan melihat dan memperhatikan sumber jalur routing yang memiliki jalur terbanyak dan terpercaya. Seperti halnya metric, semakin rendah nilai jarak administratif, semakin baik pula jalur route tersebut.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IDENTIFIKASI LEBAR BANDWIDTH

MEMBUAT HOSPOT DHCP DENGAN MIKROTIK

MEMBUAT DHCP SERVER DENGAN MIKROTIK