ZONA AKTIVITAS HAL 185

 1.) Lapis (layer) layanan dalam protokol model OSI adalah sebagai berikut.



1.) Application layer


Lapis application layer bertanggung jawab memberikan layanan-layanan aplikasi bagi para pemakai akhir (end users), misal aplikasi FTP dan SMTP (e-mail).


2. Presentation layer


Lapis presentation layer bertanggung jawab memberikan 2 macam layanan, yaitu:


Translasi

Translasi diperlukan karena sistem pengkodean pada setiap komputer para pemakai bersifat spesifik (berbeda-beda) sehingga perlu translasi menjadi kode dalam standar Internasional.

Proses enkripsi dan kompresi data

Lapis presentation layer juga bertanggung jawab terhadap enkripsi dan kompresi data, meskipun juga akan ditangani oleh lapis lainnya.

3. Session layer

Lapis session layer bertanggung jawab memberikan 2 macam layanan, yaitu:

Mengelola proses komunikasi dua arah, misal “sessions” komunikasi. Sebagai contoh: ketika seseorang mengambil uang dari mesin ATM, berarti orang tersebut telah berpartisipasi dalam sebuah “session”.

Memberikan layanan sinkronisasi

4. Transport Layer

Setiap data/informasi yang dikirim melalui media komunikasi dalam jaringan akan diubah ke dalam bentuk unit-unit yang dapat dikelola yang disebut sebagai paket (packet). Lapis protokol transport layer bertanggung jawab untuk membuat paket-paket tersebut yang memuat data, alamat, urutan, serta mekanisme kontrol kesalahan (error control) terhadap data-data/informasi yang dikomunikasikan.

5. Network layer

Lapis network layer bertanggung jawab terhadap pengiriman paket-paket (pada lapis yang lebih rendah) dalam dua hal, yaitu:

menambahkan alamat jaringan dan informasi lainnya kedalam paket yang dikirmkan,

membuat keputusan rute yang harus dilalui oleh paket yang ditransmisikan melewati banyak jaringan.

6. Data link layer

Lapis data link layer bertanggung jawab dalam 2 hal, yaitu:

memberikan petunjuk kepada paket dalam melewati link dalam jaringan,

memberika “frame” pada paket yang dikirimkan, yaitu dengan menambahkan alamat fisik tujuan ke dalam paket.

7. Physical layer

Lapis physical layer bertanggung jawab melakukan translasi secara fisik dari informasi yang terkandung di dalam paket menjadi jalur sinyal secara aktual, sebagai contoh, bit 0 dan 1 dapat berarti tegangan positif/negatif atau tegangan rendah/tinggi. Lapis ini tidak menambahkan informasi apapun ke dalam paket yang diperoleh dari lapis di atasnya.

Secara lebih jelas, gambar 1 menampilkan lapis layanan dalam struktur protokol model OSI/ISO. Sedangkan gambar 2 menampilkan lapis protokol dan lingkungannya dalam struktur protokol model OSI.


2.) karakteristik protokol


karakteristik protokol dibagi menjadi 8 karakteristik, yaitu:

•langsung

tidak ada aturan tertentu dalam menghubungkan jaringan, dan hanya dapat terjadi apabila  jaringan yang berjalan memakai sistem point to point. 


•tidak langsung

sistem dihbungkan dengan switch, dan ada aturan tertentu untuk menghubungkan ke dalam jaringan


•monolitis

tugas-tugas komunikasi pada sebuah entiti diperlakukan sebagai sebuah unit


•terstruktur

rangkaian protokol mempunya beberapa lapisan


•simetris

komunikasi dapat dilakuakn pada entiti yang sejenis


•tidak simetris

diterapkan pada protokol yang mempunyai tingkatan yang lebih tinggi atau lebih rendah


•standard

protokol yang digunakan sebagai standard penghubung jaringan, contohnya: TCP/IP


•non standard

protokol yang dibuat untuk situasi atau kondisi tertentu


3.) Kelas A pada IP Address memiliki net ID sepanjang 8 bit dan host ID sepanjang 24 bit. Byte pertama selalu 0 hingga 127, dengan total 128 network. Setiap network kelas A dapat menampung sekitar 16 juta host. Alamat IP kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar.


4.) IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama berikan angka 10, sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (128 – 191).


5.) IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Biasanya ini terdapat dalam Warnet-Warnet maupun sebuah sekolah.


6.) a. 11111111.11111111.11111111.1 0000000

b. Kelas B

c. 172.16.0.0/25

d. 172.16.0.127

e. 172.16.0.1 - 172.16.0.126

f. 126 host mulai 172.16.0.1 sampai 172.16.0.126

g. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IDENTIFIKASI LEBAR BANDWIDTH

MEMBUAT HOSPOT DHCP DENGAN MIKROTIK

MEMBUAT DHCP SERVER DENGAN MIKROTIK