REFLEKSI

NAMA : ALVIONITA DELFIA NUR MAY MARSHA

NO        : 05

KELAS : XI TKJ 1


REFLEKSI 

1. menyediakan akses internet di tempat-tempat umum seperti cafe, hotel, atau pusat perbelanjaan. Fitur ini juga berguna untuk menyediakan akses internet di tempat-tempat lain yang membutuhkan kontrol akses internet yang lebih ketat, seperti kantor atau sekolah.

2. Pada kegiatan kali ini kami telah mengerjakan tugas yaitu membuat hospot DHCP dengan mikrotik dan winbox

 3. Tidak ada 

4. mengerjakan halaman 206

1.) hotspot adalah lokasi fisik tempat orang dapat mengakses internet, biasanya menggunakan WI-FI, melalui jaringan area lokal nirkabel (WLAN) dengan router yang terhubung ke penyedia layanan Internet (ISP)

2.) -tidak perlunya jaringan kabel

-tidak perlu menggunakan kabel UTP

-lebih murah dan praktis untuk digunakan

3.) Jenis-jenis Hotspot

1. Free hotspot

Free hotspot adalah jenis hotspot yang biasanya berada di fasilitas umum dan mudah ditemui di mall, stasiun, lokasi wisata, dan lain sebagainya. Seperti namanya, seseorang yang menggunakan free hotspot tidak perlu menyediakan bayaran. Sebab jenis hotspot ini memungkinkan penggunanya untuk mengakses layanan internet gratis yang bisa diakses siapapun.

2. Paid hotspot

Paid hotspot adalah layanan hotspot yang bisa digunakan apabila penggunanya membayar sejumlah uang dan melakukan login terlebih dahulu untuk mendapatkan username atau password. Keuntungan dari paid hotspot ini adalah koneksi internetnya yang disebut-sebut lebih cepat dibandingkan dengan free hotspot.

3. Hotspot berbayar ke operator wifi

Jenis hotspot yang terakhir adalah hotspot berbayar ke operator wifi. Artinya, hotspot jenis ini sudah bekerja sama dengan operator wifi di Indonesia, sehingga orang-orang yang menggunakan layanan ini akan mendapatkan manfaat dan keuntungan.

4.) Jawaban: sharing data antara Linux dan Windows dapat dilakukan. Salah satu cara umum untuk mencapainya adalah menggunakan protokol file sharing seperti SMB (Server Message Block). Berikut langkah-langkah umumnya: 

1. *Pastikan Samba Terpasang di Linux:* - Instal perangkat lunak Samba di sistem Linux Anda. Pada sebagian besar distribusi, Anda dapat menggunakan manajer paket seperti apt, yum, atau zypper untuk melakukan ini. 

2. *Konfigurasi Samba:* Setelah instalasi, konfigurasi file '/etc/ samba/smb.conf untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda. Anda perlu menentukan direktori yang ingin Andabagikan dan mengatur izin akses. 

3. *Restart Samba:* - Setelah mengonfigurasi Samba, restart layanan untuk menerapkan perubahan. Ini bisa dilakukan dengan perintah seperti sudo service smbd restart atau sudo systemctl restart smbd, tergantung pada distribusi Linux yang Anda gunakan. 

4. *Bagikan Direktori di Linux:* Tentukan direktori yang ingin Anda bagikan dengan menambahkan konfigurasi dalam file 'smb.conf. 

5. *Akses dari Windows:* Dari komputer Windows, buka File Explorer dan masuk ke bagian "Network". Anda seharusnya melihat komputer Linux Anda. Jika diminta, masukkan namapengguna dan kata sandi Linux Anda.

6. *Transfer Data:* - Setelah berhasil terhubung, Anda dapat mentransfer data antara sistem Linux dan Windows seperti mengakses file dan folder melalui jendela File Explorer. Pastikan firewall pada kedua sistem memungkinkan akses ke layanan Samba jika Anda mengalami masalah koneksi. Selain Samba, ada juga solusi lain seperti NFS (Network File System) yang bisa digunakan untuk sharing data antara sistem Linux.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IDENTIFIKASI LEBAR BANDWIDTH

MEMBUAT HOSPOT DHCP DENGAN MIKROTIK

MEMBUAT DHCP SERVER DENGAN MIKROTIK